Selamat Datang Di Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar

Aceh Besar Sajikan Kuliner Favorit Warga Pada ACF 2019

Kategori : Wisata Minggu, 07 Juli 2019 - Oleh mc

 

Aceh Besar, Media Center - Anjungan Aceh Besar terlihat selalu ramai dan menjadi tempat favorit kunjungan masyarakat pada pelaksanaan event Aceh Culiner Festival yang digelar di Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh, 6 Juli 2019.

Pengunjung asal Kota Banda Aceh Nurdin, menyampaikan bahwa anjungan Aceh Besar menyajikan kuliner kesukaannya yaitu Ayam Pramugari dan Kuah Beulangong. "Saya datang bersama keluarga khusus untuk menikmati Ayam Pramugari dan Kuah Beulangong," ungkap Nurdin.

Petugas Anjungan Aceh Besar, M. Ruli Alhafidhat saat menyambut para pengunjung, kepada Media Center menyampaikan bahwa Aceh Besar
menyajikan berbagai kuliner khas daerah antara lain Ayam Pramugari, Kuah Beulangong, Sie Reuboh, Keumamah, Kuah Chue, Rujak U Groh, Kopi Apok dan berbagai minuman buah lainnya. " Kuliner Khas Lokal kita sajikan bagi para pengunjung seperti Ayam Pramugari, Kuah Beulangong dan Sie Reboh," katanya

 

Ia juga menambahkan bahwa setiap pengunjung yang datang juga diperkenalkan bumbu masakan khas Aceh Besar oleh petugas dan dapat mencicipi dengan memesan dan langsung. "Demo masakan juga dapat disaksikan pada layar visual yang ditampilkan oleh Ibu Bupati Aceh Besar sambil menikmati Rujak U Groh," Ungkap Ruli.

Anjungan Aceh Besar terletak sangat strategis sebagai anjungan pertama saat memasuki area Taman Ratu Safiatuddin. Struktur bangunan rumah adat dengan dekorasi megah diatas tiang serta dekorasi taman dan tempat menikmati kuliner dibawah rumah yang minimalis menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang melintasi sehingga tergerak langkah untuk masuk saat mencium aroma kuah Beulangong yang begitu lezat.

Pegelaran Aceh Kuliner Festival yang digelar sejak 5 hingga 7 Juli 2019, selain dikunjungi oleh masyarakat Aceh sendiri dari berbagai wilayah, ternyata juga menarik para chef Nasional hingga mancanegara untuk mencicipi berbagai kuliner yang spesifik pada kearifan lokal.

 

MC. Aceh Besar