Selamat Datang Di Portal Resmi Kabupaten Aceh Besar

Bupati Hadiri Rakor Nasional Indonesia Bebas Sinyal 2020 untuk mewujudkan Visi Aceh Besar

Kategori : Pemerintahan Senin, 09 Juli 2018 - Oleh mediacenter

Jakarta, Media Center -- Bupati Aceh Besar Mawardi Ali memakai baju adat aceh besar menghadiri Rapat Koordinasi dan FGD ( Forum Group Discusion ) Indonesia Merdeka Sinyal 2020 di Hotel Raya Kuningan Setia Budi Jakarta Selatan (Senin, 9 Juli 2018)
Kegiatan yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia ini adalah dalam rangka mewujudkan Program Nawacita ke-3 yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia serta untuk Indonesia Merdeka Sinyal 2020.

Agenda ini akan mendukung visi Bupati Aceh Besar Periode 2017-2022 sebagaimana tertuang dalam RPJMD Tahun 2012-2017 yaitu untuk Merealisasikan Pemerintah Aceh Besar yang kuat, mandiri, amanah yang berasaskan kepada agama dan budaya, menuju pembangunan yang merata, berkeadilan dan berkelanjutan dalam berbagai aspek kehidupan, demi terwujudnya masyarakat yang bersyariat, berkualitas, bermartabat, makmur sejahtera dalam suasana yang harmonis dan damai. Kegiatan yang berlangsung minggu, 8 Juli sampai rabu, 11 Juli 2018 tersebut diikuti oleh beberapa kepada daerah dan dinas terkait yang secara kewilayahan masuk dalam kategori 3 T.

Sebagaimana diketahui bahwa Aceh Besar merupakan salah satu daerah yang masuk dalam radar daerah 3T seperti Pulo Aceh yang sedang difokuskan menjadi salah satu daerah potensial sebagai pulau wisata di Aceh Besar.

Direktur Utama Balai penyedia dan Pengelolaan pembiayaan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kemkominfo, Anang Latif memastikan penyediaan infrastuktur telekomunikasi dan informasi di Indonesia, perhatian khusus diberikan ke wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) yang secara komersil belum menarik dibangun oleh swasta

Pembangunan untuk memastikan penyediaan infrastruktur telekomunikasi tersebut meliputi backbone broadband (Palapa Ring), backhaul seluler, dan akses internet stimulasi ekosistem teknologi informasi dan komunikasi untuk memperkuat ekonomi digital. Penguatan ekonomi digital utamanya menyediakan platform inklusi finansial dan tata kelola desa dalam pengelolaan penerimaan negara.

“Kami menjalankan amanat Nawacita 3 yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan RI. Termasuk, bagaimana pemerintah ingin mengatasi kesenjangan digital secara adil dan merata, terintegrasi dan berkelanjutan dengan mewujudkan layanan umum bidang komunikasi dan informatika dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat,” papar Anang.

Hadirnya Bakti, lanjut Anang, adalah untuk memastikan manfaat digitalisasi dapat dinikmati oleh seluruh penduduk di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tidak terkecuali, penduduk di wilayah-wilayah yang secara finansial tidak menarik untuk dikembangkan oleh swasta.

“Rata-rata swasta tidak berminat karena jumlah penduduk yang sedikit, lingkungan geografis yang sulit, tingkat ekonomi masyarakat yang rendah. Jadi ini menjadi semacam affirmative policy untuk memastikan bahwa pembangunan di sektor telekomunikasi menjangkau seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali,” tegasnya

Untuk membuat Indonesia "merdeka sinyal" pada 2020, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kemkominfo yang dulunya bernama Badan Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informasika (BP3TI) saat ini tengah membangun ribuan menara sinyal seluler (Based Tranciever Station/BTS) di berbagai titik kosong (blank spot) tersebut, terutama di daerah 3T (Terdepan Terluar dan Tertinggal) yang prosesnya terus dipercepat. Inisiatif ini diambil pemerintah demi menjamin hak masyarakat menikmati akses komunikasi seluler dan internet.

"Bagaimana pun juga 2G masih dibutuhkan untuk voice dan SMS. Namun dengan penggunaan teknologi terkini, satu BTS sudah bisa memfasilitasi 2G dan 4G dengan biaya yang tidak jauh berbeda. Jadi untuk jaringan 4G juga akan kita fasilitasi," papar Anang.

Selain membangun BTS, saat ini pemerintah melalui Kemkominfo juga tengah menyelesaikan proyek Palapa Ring yang ditargetkan rampung tahun 2019. Setelah itu, pemerintah juga berencana meluncurkan high-throughput satellite (HTS) atau satelit dengan karakteristik internet berkecepatan tinggi.

(MC. Aceh Besar)