Selamat Datang Di Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar

Hadiri Muswil Partai Aceh, Mawardi Ali Ajak Bangun Aceh Besar Bersama

Kategori : Polhukam Minggu, 25 Maret 2018 - Oleh mediacenter

 

Ingin Jaya, Media Center - Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali menghadiri acara Musyawarah Wilayah (Muswil) ke II Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Besar di Aula Sekolah Bantuan Venezuela, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (24/3/2018).

Saat menghadiri Muswil ke II Partai Aceh tersebut, Mawardi Ali mengenakan pakaian berwarna putih lengkap dengan peci hitam yang menjadi ciri khasnya di kepala. Sebelum memberi sambutan, mantan Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah yang berasal dari Partai Aceh memberikan jas Partai Aceh untuk Mawardi untuk dikenakannya. Setelah memakai jas Partai Aceh, Mawardi langsung naik ke panggung untuk memberi sambutan.

"Dulu waktu Pilkada kita bersaing antara pasangan putih dengan pasangan putih, hari ini saya pakai baju waran putih dan dikasih jas (Partai Aceh) warna merah, tandannya merah dan putih sudah bersatu," kata Mawardi dalam sambutannya yang disambut tempuk tangan seisi ruangan.

Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali menghadiri acara Musyawarah Wilayah (Muswil) ke II Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Besar (Foto:Media Center)

Diketahui, saat Pilkada 2017 lalu, Mawardi Ali berpasangan dengan H Husaini A Wahab, akrab disebut dengan pasangan putih. Sedangkan dari Partai Aceh mengusung Saifuddin Yahya dengan Juanda Jamal, akrab disebut pasangan merah. Kini, kata Mawardi, tidak ada lagi perbedaan itu, merah dan putih telah bersatu untuk membangun Aceh Besar.

Selain itu, Mawardi mengungkapkan, dirinya kagum terhadap Partai Aceh. Selama ini, Partai Aceh dengan dirinya yang berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN) menjalankan hubungan politik yang sangat bagus. Katanya, PAN dan Partai Aceh sama-sama tergabung dalam koalisi Aceh bermartabat, begitu juga di kursi DPR Aceh.

"Saya adalah orang (kader) PAN, tetapi partai yang saya kagumi adalah Partai Aceh," kata Mawardi.

Mawardi bercerita, sejak 2006 kabupaten Aceh Besar pesta politik PAN dan Partai Aceh selalu berkompetisi. Dulu, katanya, bupati Aceh Besar pernah diduduki dari kader PAN yakni Bukhari, kemudian dilanjutkan posisi bupati di duduki Mukhlis Basyah dari Partai Aceh, dan kini diisi Mawardi Ali, yang kembali dari PAN.

"(Dalam kompetisi) kami berbagi, dulu pernah dari PAN, Pak Bukhari, Kemudian pernah Adun Mukhlis, dari PA, kemudian saya. Dan saya yakin kedepan mungkin Partai Aceh (yang menjadi bupati)," ujar Mawardi.

Mawardi juga mengharapkan, pada momentum Muswilnya, Partai Aceh dapat membenahi diri dan melanjutkan perjuangan agar dapat memenangkan Pemilu pada 2019 mendatang. Kemudian, Partai Aceh memiliki kader baik di jajaran DPR Kabupaten Aceh Besar maupun di kalangan masyarakat untuk bersama-sama dengan pemerintah Aceh Besar dalam membangun Aceh Besar. 

"Bersama-sama dengan pemerintah Aceh Besar membangun kabupaten yang kita cintai ini. Karena Partai Aceh adalah partai yang mendominasi daripada anggota DPRK Aceh Besar. Kalau istilah dalam keluarga, Partai Aceh ini adalah anak tertua jadi selaku bupati Aceh Besar saya ingin memohon agar Aceh Besar ini sukses dan mampu kita bangun bersama bila pemerintah bermitra dengan Partai Aceh," jelasnya.

(Mc.Aceh Besar)