sosial
Selasa, 9 Agustus 2011
Kesenjangan Sosial Di Aceh Masih Tinggi

Banda Aceh – Staf Khusus Presiden Bidang Penanggulangan Kemiskinan, Fakhrulsyah Mega mengemukakan kesenjangan sosial di Provinsi Aceh masih tinggi, kemiskinan masih mendominasi warga Serambi Mekkah itu. “Selama ini kesenjangan sosial dalam kehidupan masyarakat Aceh sudah pada tataran tingkat tinggi. Banyak orang miskin dibandingkan dengan orang kaya,” katanya di Banda Aceh, Selasa [09/08]

Dijelaskannya, kesenjangan sosial tersebut disebabkan oleh tiga faktor antara lain target melakukan pemberantasan kemiskinan tidak tepat sasaran, program yang diterapkan salah dan keakuratan data yang belum memadai. “Alasan program yang masih salah karena pemberian bantuan sifatnya disamaratakan, idealnya harus ada pembagian porsi untuk golongan kaya dan miskin,” kata Asisten Kemitraan Strategis Percepatan dan Perluasan Penanggulangan Kemiskinan Presiden RI itu.

Dikatakannya, agar kesenjangan tidak terjadi maka pemberlakuan saat pemberian bantuan antara rakyat yang golongan menengah ke bawah dan rakyat golongan menengah ke atas harus ada perbedaan. “Bila itu dilakukan maka ke depan angka kemiskinan di Aceh semakin berkurang,” saran Staf khusus Presiden yang juga putra Kota Sabang (Pulau Weh) itu.

Fahkrul menambahkan persoalan keakuratan data juga harus dibenahi dengan baik agar saat pemberian bantuan nantinya bisa mengetahui secara jelas siapa yang layak atau tidak untuk diberikan bantuan. “Secara indeksnya kondisi Aceh semakin membaik misalnya bidang kesehatan, pendidikan dan partisipasi perempuan namun persoalan daya jual beli atau pendapatan masyarakat yang masih di atas rata-rata,” kata dia.

Selain itu, staf khusus ini menyebutkan bahwa angka kemiskinan di Aceh turun 1,5 persen dari tahun sebelumnya. “Tahun 2010 angka kemiskinan di Aceh diatas 21 persen lebih, tahun ini persentase kemiskinannya turun menjadi 19,57 persen,” katanya.

Adapun daerah-daerah di Aceh yang angka kemiskinan masih banyak di antaranya, Kabupaten Aceh Utara, Simulue, Aceh Besar dan Kabupaten Aceh Timur, rinci Fakhrul. “Hingga saat ini separuh dari kabupaten di Aceh pertumbuhan kemiskinan masih dibawa rata-rata,” paparnya. (ant )

Sumber: Berita Sore